
Pada posting saya kali ini saya akan mengangkat tema mengenai Baterai Nuklir.Baterai ini merupakan salah satu energi alternatif yang dipakai masa kini.Baterai ini memanfaatkan reaksi nuklir yang terjadi di dalamnya sebagai sumber energinya.Berikut ini adalah dasar-dasar teori ilmiah beserta reaksi kimia yang terjadi di dalam baterai nuklir.
•Sumber arus searah (DC), timbulnya elektron atau muatan listrik akibat dari peristiwa peluruhan zat radioaktif.
•94Pu239 → 2He4 + 92U235 (2He4 = radiasi α)
•56Ba140 → -1eo +57La140 (-1eo = elektron negatif)
•7N13 → +1eo + 6C13 (+1eo = elektron positif)
+1eo + -1eo → 2 oγo ( 2 foton gamma)
(annihilasi)

Ini adalah gambar dari Tingkat penetrasi Sinar Alpha,Beta,dan Gamma.
Dalam gambar ini terlihat jelas sinar gamma mempunyai daya penetrasi yang sangat tinggi daripada sinar yang lainnya.Hal ini dikarenakan sinar Gamma adalah salah satu jenis dari gelombang elektromagnet.Berikut ini akan saya jelaskan apa kelebihan dan kekurangan dari baterai nuklir ini.
Kelebihan:
- umur baterai yang panjang
Umur baterai Nuklir panjang,dikarenakan baterai ini mengambil Sumber energi dari elektron pada reaksi nuklir di dalamnya.Apabila reaksi nuklir masih berlangsung,maka baterai akan terus hidup.
- Tegangan Relatif Konstan (1000 volt)
Tegangan baterai relatif konstan,karena jumlah elektron pada reaksi nuklir yang dihasilkan adalah tetap sesuai dengan hukum kekekalan reaksi.
Kekurangan:
Efisiensi Rendah
Pengaruh nuclear barrier transmission (d) dinyatakan dalam persamaan

M= Massa Partikel
T = Energi kinetik partikel
h = Konstanta Planck
V (X) = Potensial energi sebagai fungsi barrier
X1 dan X2 = Titik Partikel pada saat masuk dan meninggalkan potensi barrier
Baterai Nuklir High Speed electrons battery (SR-90,waktu aktif >= 28 tahun,tegangan > 1000 volt)

Ini adalah skema dari Baterai Nuklir SR-90
- Baterai nuklir high speed electrons battery
Baterai nuklir jenis ini disebut baterai nuklir beta sesuai dengan radioisotop yang digunakannya.Baterai nuklir ini bisa mencapai tegangan ribuan volt.Tegangan yang tinggi ini dipengaruhi oleh kerapatan insulator yang digunakan.Sehingga tidak ada kebocoran yang dapat menimbulkan ionisasi udara disekitar terminal elektrodenya.Tetapi Arus yang dihasilkan oleh baterai ini masih terbilang rendah dan masih perlu dinaikkan lagi dengan memperhatikan nuclear Barrier transmission.Radioisotop yang digunakan dalam baterai ini adalah adalah strontium-90 (Sr-90),yang ,mempunyai waktu paruh peluruhan 28 tahun,sehingga umurnya berkisar antara 48-56 tahun.
- Baterai Nuklir Contact Potential Difference Baterry (CPD)
Gambar diatas adalah contoh skema dari baterai CPD
Baterai ini bekerja menggunakan prinsip pembebasan elektron keluar dari orbitnya.Untuk membebaskan elektron dari orbitnya,digunakan bahan yang mempunyai cukup energi untuk membuat elektron keluar dari orbitnya.Disini bahan yang digunakan adalah 2 elektrode yang mempunyai work function yang sangat tinggi.Ruang diantara kedua elektrode diisi gas tritium yang setiap saat dapat diionisasikan oleh radioisotop sehingga menghasilkan elektron dan ion positif.